Perbedaan Micellar Water vs Cleansing Oil: Mana yang Lebih Tepat untuk Kulitmu?
Micellar water dan cleansing oil sering dibandingkan karena keduanya sama-sama bisa digunakan untuk mengangkat makeup dan kotoran. Namun, cara kerja dan hasil akhirnya bisa sangat berbeda di kulit. Memahami perbedaan micellar water vs cleansing oil membantu kamu menentukan mana yang lebih cocok untuk kebutuhan harianmu. Yuk, simak penjelasannya!
7 Perbedaan Micellar Water vs Cleansing Oil
Meski sama-sama digunakan di tahap awal pembersihan wajah, micellar water dan cleansing oil memiliki karakteristik yang cukup berbeda. Berikut tujuh perbedaan yang paling penting untuk dipahami.
1. Cara Kerja pada Kulit
Micellar water mengandalkan molekul micelles yang menarik kotoran dan minyak secara lembut dari permukaan kulit. Sementara itu, cleansing oil bekerja dengan prinsip oil dissolves oil sehingga lebih efektif melarutkan makeup, sunscreen tebal, dan sebum berlebih. Keduanya sama-sama membersihkan, tetapi mekanismenya berbeda sehingga hasilnya pun tidak identik.
2. Kemampuan Mengangkat Makeup
Micellar water sangat baik untuk membersihkan makeup ringan dan debu harian. Namun, cleansing oil jauh lebih efektif untuk makeup waterproof, foundation tebal, dan sunscreen berlapis. Karena berbasis minyak, cleansing oil dapat melarutkan produk-produk tahan air dengan lebih cepat dan tuntas.
3. Tekstur dan Sensasi Pemakaian
Micellar water bertekstur cair seperti air, ringan, dan tidak meninggalkan rasa berminyak. Cleansing oil memiliki tekstur minyak yang lembut, tetapi akan berubah menjadi seperti susu ketika diemulsifikasi dengan air. Sensasinya lebih licin saat awal penggunaan, namun tidak terasa berat jika diformulasikan dengan baik.
4. Hasil Setelah Dibilas
Setelah memakai micellar water, kulit biasanya terasa segar dan bersih. Sementara cleansing oil memberikan rasa bersih namun lebih lembap karena minyak alami yang menutrisi kulit. Banyak orang dengan kulit kering menyukai hasil setelah penggunaan cleansing oil, sementara kulit berminyak bisa merasakan kulit yang lebih seimbang.
5. Cocok untuk Jenis Kulit Tertentu
Micellar water aman digunakan untuk semua jenis kulit, termasuk sensitif—terutama bila formulanya bebas alkohol dan fragrance. Sementara cleansing oil relatif cocok untuk semua jenis kulit—bahkan kulit berminyak dan acne-prone—selama menggunakan bahan non-comedogenic. Dengan formula yang tepat, cleansing oil dapat membantu mengontrol produksi minyak.
6. Tahap Penggunaan dalam Skincare Routine
Micellar water dapat berdiri sendiri atau digunakan sebelum sabun wajah. Cleansing oil hampir selalu digunakan sebagai langkah pertama dalam double cleansing. Setelah cleansing oil, disarankan memakai second cleanser agar kulit benar-benar bersih tanpa residu.
7. Efektivitas Mengangkat Komedo
Karena kemampuannya melarutkan minyak berlebih di pori-pori, cleansing oil lebih efektif membantu mengurangi komedo jika digunakan sambil dipijat lembut. Micellar water tidak bekerja hingga ke dalam pori sehingga efeknya lebih pada pembersihan permukaan.
Mana yang Lebih Efektif Membersihkan?
Jawabannya bergantung pada kebutuhan dan jenis kulitmu. Jika kamu memakai makeup tebal, sunscreen berlapis, atau ingin mengurangi komedo, cleansing oil biasanya bekerja lebih efektif. Namun, kalau kamu butuh pembersih yang lebih ringan untuk penggunaan sehari-hari atau memiliki kulit sensitif, micellar water bisa jadi pilihan nyaman dan praktis.
Untuk pengalaman membersihkan yang lembut dan efektif, kamu bisa memilih dua inovasi terbaru dari Mineral Botanica:
-
Mineral Botanica Deep Cleanse Oil Cleanser, pembersih berbasis minyak dengan Sunflower Oil, Bergamot Oil, dan Vitamin E untuk melarutkan makeup dan kotoran hingga ke pori.
-
Mineral Botanica Gentle Remover, micellar cleanser ber-pH 5.5 yang ringan, non-alkohol, dan non-fragrance, aman untuk kulit sensitif dan nyaman digunakan sehari-hari.
Keduanya bisa menjadi langkah awal yang tepat untuk membuat kulit benar-benar bersih, lembap, dan siap menerima skincare berikutnya. Yuk, check out di sini!
